ASKEP NHL PDF

Cover Tugas – Download as Word Doc .doc /.docx), PDF File .pdf), Laporan Pendahuluan Non Hodgkin Limfoma (NHL) Di Ruang 23 Infeksius. TUGAS PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN. Uploaded by. erlina ariese · askep 7b . Uploaded by. erlina ariese · LP NHL R 23 INF1. Uploaded by. erlina ariese. Eventbrite – Mystique Marketing presents Brantford NHL Alumni Hockey Game – Sunday, 28 October at Wayne Gretzky Sports Center.

Author: Moogutaur Zulule
Country: India
Language: English (Spanish)
Genre: Career
Published (Last): 28 May 2006
Pages: 459
PDF File Size: 2.85 Mb
ePub File Size: 8.74 Mb
ISBN: 756-4-67071-637-8
Downloads: 83585
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Meztijar

NHL case study – solution negotiations, solutions, case study, national hockey league. Lp Dermatitis penyakit kulitFull description. LP Hemoroid KeperawatanFull description. Lp Prenatal laporan pendahuluan prenatalFull description. Lp Hepatitis Lp Hepatitis. LP Hematemesis Full description. LP Cystitis Full description.

Pengertian Limfoma Non Hodgkin adalah keganasan primer berupa gangguan proliferatif tidak terkendali dari jaringan limfoid limfosit B dan sistem sel limfosit T. Seperti halnya kebanyakan neoplasma anak, penyebab LMNH juga tidak diketahui. Sejumlah faktor, seperti infeksi virus, imunodefisiensi, aberasi kromosom, imunostimulasi kronis, dan pemajanan terhadap lingkungan memicu terjadinya limfoma maligna. Betz, Limfoma Non-Hodgkin adalah sekelompok keganasan kanker yang berasal dari sistem kelenjar getah bening dan biasanya menyebar ke seluruh tubuh.

Beberapa dari limfoma ini berkembang sangat lambat dalam beberapa tahunsedangkan yang lainnya menyebar dengan cepat dalam beberapa bulan. Penyakit ini lebih sering terjadi dibandingkan dengan penyakit Hodgkin. Penentuan stadium merupakan salah satu pola penting dalam manajemen LNH yang bertujuan untuk mengetahui status penyakit dan memilih pengobatan yang relevan serta memudahkan evaluasi hasil terapi.

Klasifikasi yang populer digunakan adalah klasifikasi menurut Arnn Arborr sebagai berikut: Tersebar menyeluruh pada organ ekstra limfatik dengan atau tanpa melibatkan kelenjar limfe. Ada 2 klasifikasi besar penyakit ini yaitu: Limfoma non Hodgkin agresif. Limfoma non Hodgkin agresif kadangkala dikenal sebagai limfoma non Hodgkin tumbuh cepat atau level tinggi.

askkep Karena sesuai dengan namanya, limfoma non Hodgkin agresif ini tumbuh dengan cepat. Meskipun pasien yang pengobatan penyakitnya lini tidak berespon baik pertama,sering dengan kemoterapi dan transplantasi sel induk. Limfoma non Hodgkin indolen.

Limfoma non Hodgkin indolen kadang-kadang dikenal sebagai limfoma non Hodgkin tumbuh lambat atau level rendah.

Askep Limfoma Non Hodgkin – Free Download PDF

Sesuai dengan namanya, limfoma non Hodgkin indolen tumbuh hanya sangat lambat. Secara tipikal ia pada nyl tidak menimbulkan gejala, dan mereka sering tetap tidak terditeksi untuk beberapa saat. Tentunya, mereka sering ditemukan secara kebetulan, seperti ketika pasien mengunjungi dokter untuk sebab lainnya. Dalam hal ini, dokter mungkin menemukan pembesaran kelenjar Kadangkala, suatu getah bening pemeriksaan, pada seperti pemeriksaan pemeriksaan fisik rutin.

Gejala yang paling sering adalah pembesaran kelenjar getah bening, yang kelihatan sebagai benjolan, biasanya di leher, ketiak dan lipat paha.

Non-Hodgkin’s lymphomas of the colon.

Pada saat diagnosis pasien juga mungkin mempunyai gejala lain dari limfoma non Hodgkin. Karena limfoma non Hodgkin indolen tumbuh lambat dan sering tanpa menyebabkan stadium banyak diantaranya sudah dalam stadium lanjut saat pertama terdiagnosis.

  KITAB UT TAWHEED ENGLISH PDF

Etiologi Penyebab LNH belum jelas diketahui. Para pakar cenderung berpendapat bahwa terjadinya LNH disebabkan oleh pengaruh rangsangan imunologis persisten yang menimbulkan proliferasi jaringan limfoid tidak terkendali. LNH kemungkinan ada kaitannya dengan nbl keturunan karena ditemukan fakta bila salah satu anggota keluarga menderita LNH maka risiko anggota keluarga lainnya terjangkit tumor ini lebih besar dibanding dengan orang lain yang tidak termasuk keluarga itu.

Terdapat beberapa fakkor resiko terjadinya LNH, antara lain: Limfoma yang berhubungan dengan kelainan-kelainan tersebut seringkali dengan Epstein Barr Virus EBV nhhl jenisnya beragam. Paparan lingkungan dan pekerjaan: Beberapa pekerjaan yang sering dihubugkan dengan resiko tinggi adalah peternak serta pekerja hutan dan pertanian. Hal ini disebabkan adanya paparan herbisida ngl pelarut organic. Diet dan Paparan lsinya: Risiko LNH meningkat pada orang yang mengkonsumsi makanan tinggi lemak hewani, merokok, dan yang terkena paparan UV4,5.

Manifestasi Klinis Gejala azkep penderita limfoma non-Hodgkin yaitu: Pembesaran kelenjar getah bening tanpa adanya rasa sakit. Rasa lelah yang dirasakan terus menerus.

Gangguan pencernaan dan nyeri perut. Bengkak pada wajah dan leher dan daerah-daerah nodus limfe yang terkena. Sebagian besar pasien datang dengan pembesaran kelenjar getah bening asimetris yang tidak nyeri pada satu atau lebih region kelenjar getah bening perifer.

Demam, keringat pada malam hari dan penurunan berat badan lebih jarang terjadi dibandingkan pada penyakit Hodgkin.

Askep Limfoma Non Hodgkin

Adanya gejala tersebut biasanya menyertai penyakit diseminata. Dapat terjadi anemia dan infeksi dengan jenis yang ditemukan pada penyakit Hodgkin.

Anemia, netropenia dengan infeksi, atau trombositopenia dengan purpura mungkin merupakan gambaran asjep penderita penyakit sumsum tulang difus. Sitopenia juga dapat disebabkan oleh autoimun. Hati dan limpa sering kali membesar dan kelenjar getah bening retroperitoneal atau mesenterika sering terkena. Saluran gastrointestinal adalah lokasi ekstranodal yang paling sering terkena setelah sumsum tulang dan pasien dapat datang dengan gejala f.

Kulit, otak, testis dan tiroid sering terkena. Kulit juga secara primer terkena pada dua jenis limfoma sel T yang tidak umum dan sindrom sezary. Pemeriksaan laboratorium lengkap, meliputi hal berikut. Darah tepi lengkap termasuk retikulosit dan LED b. Pemeriksaan biopsy kelenjar atau massa tumor untuk mengetahui subtype LNH, bila perlu sitologi jarum halus FN HB ditempat lain yang dicurigai.

Aspirasi dan biopsy sumsum tulang 4. Pencitraan toraks PA dan lateral untuk mengetahui pembesaran kelenjar 6. Pemeriksaan THT untuk melihat keterlibatan cincin waldeyer terlibat askp dengan tindakan gastroskopi 7. Jika diperlukan pemeriksaan bone scan atau bone survey untuk melihat keterlibatan tulang. Jika diperlukan biopsy hati terbimbing Tabel tes diagnostic dan interpretasi pada klien LNH Jenis pemeriksaan Interpretasi hasil Hitung darah lengkap: Limfofenia sebagai gejala lanjut.

Alkalin fosfatase Mungkin meningkat bila tulang terkena Kalsium serum Meningkat pada eksaserbasi BUN Mungkin meningkat bila ginjal terlibat Globulkin Hipogammaglobulinemia umum dapat terjadi pada penyakit lanjut Foto toraks, vertebra, ekstremitas proksimal serta nyeru tekan pada Dilakukan untuk area yang terkena dan membantu penetapan stadium penyakit area pelvis CT scan dada, abdominal, Dilakukan bila terjadi adenopati hilus dan tulang memastikan keterlibatan nodus limfe mediatinum, abdominal, dan keterlibatan tulang.

  402KL HEALTH O METER PDF

USG abdominal Mengevaluasi luasnya keterlibatan nodus limferetroperitoneal Biopsy sumsum tulang Menentukan keterlibatan sumsum tulang, invasi sumsum tulang terlihat pada tahap luas. Biopsy nodus limfe Memastikan klasifikasi diagnosis limfoma E.

Penatalaksanaan Untuk terapi pasien LNH, tergantung tipe, stadium, usia dan kondisi kesehatan organ lainnya. Untuk LNH indolen yang tidak menunjukkan gejala asimptomatikcukup dilakukan observasi pada pasien dan jika menunjukkan gejala simptomatikpada stadium I maupun II, pilihan terapi utamanya adalah radioterapi. Sedangkan LNH agresif, terapi yang diberikan adalah kemoterapi kombinasi dosis tinggi.

Terapi terpilih untuk penderita dengan penyakit ekstranodal yang terbatas adalah radiasi, radioterapi lokal atau radioterapi dengan lapangan yang luas terutama pada kasus limfoma histiositik difus.

Penderita penyakit stadium II difus memerlukan kombinasi kemoterapi dan radiasi. Agen kemoterapeutik yang sering dipakai pada LNH adalah Vincristin Oncovin Adrenokortiko id: Prednison Orasone, Deltasone Oral Jangka Panjang Alopesia, sistitis hemo-ragik, miolosupresi, imunosupresi, amenorea, steril pada pria. Mielosupresi, Alopesia, Toksisitas pada jantung dengan dosis kumulatif Flebitis lokal, nausea Gangguan saluran cerna, retensi air Neuropati perifer, miopati, alopesia.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Pengkajian 1 Identitas klien Meliputi nama, umur, jenis kelamin, agama, bahan yang dipakai seharihari, status askel, kebangsaan, pekerjaan, alamat, pendidikan, tanggal atau jam MRS, dan diagnosa medis. Pasien biasanya megnalami dendam dan disertai dengan penurunan BB. Pasien dengan transplantasi ginjal atau asekp. Data dasar pengkajian pasien 1 Pemeriksaan Fisik a.

Keadaan umum Pasien lemah, cemas, nyeri pada benjolan, demam, berkeringat pada malam hari, dan menurunnya BB. Kulit, rambut, kuku tidak ada perubahan c. Kepala dan leher Terdapat benjolan pada leher, yang terasa nyeri bila ditekan. Thorak dan abdomen Pada pemeriksa yang dilakukan tidak didapatkan perubahan pada thorak maupun abdomen.

Sistem respirasi Biasanya pasien mengeluh dirinya mengeluh sulit untuk bernafas karena ada benjolan. Sistem gastrointestinal Biasanya pasien mengalami anorexia karena rasa sakit yang dirasakan saat menelan makanan, sehinggapasien sering mengalami penurunan BB.

Sistem muskuluskeletal Pada pasien ini tidak ada masalah. Sistem endokrin Terjadi pembesaran kelenjar limfe. Sistem persyarafan Pasien ini sering merasa cemas akan kondisinya, penyakit yang sedang dideritanya.

USG Banyak digunakan untuk melihat pembesaran kelenjar bhl bening. Foto thorak Digunakan untuk menentukan keterlibatan kelenjar getah bening mediastina. CT- Scan Digunakan untuk diagnosa dan evaluasi pertumbuhan limpoma 4. Laparatomi Laparatomi rongga abdomen sering dilakukan untuk melihat kondisi kelenjar getah bening pada illiaka, para aortal dan mesentrium dengan tujuan menentukan stadiumnya. aksep

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat mual, muntah 2. Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan proses inflamasi. Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya. Hipertermi berhubungan dengan tak efektifnya termoregulasi sekunder terhadap inflamasi 5. Intoleransi aktivitas yang berhubungan dengan tidak seimbangnya persediaan dankebutuhanoksigen kelemahan umum awkep kelelahan karena gangguan pola tidur 6.